PENGAMATAN
PROTISTA
29
Oktober 2012
Tujuan:
Mengamati ciri-ciri dan jenis-jenis protista berdasarkan pengamatan.
Dasar Teori:
Protista
merupakan sekelompok mahluk hidup heterogen, terdiri dari eukariota yang tidak
termasuk hewan, tumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam
satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi.
Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi
bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau,
jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi
menjadi jaringan yang berbeda-beda. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan
ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik.
Protozoa
adalah protista yang mirip dengan hewan. Protozoa hampir semuanya protista
bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada
beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara
umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Protoza dapat
ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu
bertahan pada periode kering sebagai kista atau spora, dan termasuk beberapa
parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:
a. Flagellata
yang bergerak dengan flagella(rambut cambuk). Contoh: Euglena
b. Amoeboida
yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu/kaki akar) yaitu yang berarti
setiap kali ia akan bergerak harus membentuk kaki semu sebelum dapat bergerak
dan pembentukan kaki ini dinamakan fase gel. Contoh: Amoeba
c. Cilliata
yang bergerak dengan silia (rambut getar). Contoh: Paramaecium
d. Sporozoa
yang tidak memiliki alat; beberapa mampu membentuk spora. Contoh: Toxoplasma
Algae
adalah protista yang mirip dengan tumbuhan. Algae mencakup semua organisme
bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya
adalah kelompok-kelompok berikut.
a. Alga
hijau, yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta).
Contoh: Ulva
b. Alga
merah, mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
c. Heterokontophyta,
meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis.
Alga
hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta,
sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat
berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih
tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhan biasa.
Protista
yang mirip dengan jamur. Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista
awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini
meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air, dan Labyrinthulomycetes. Chytrid
sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan
dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan
heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau
Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).
Alat dan Bahan:
·
Alat:
1. Mikroskop
2. Cawan
petri
3. Pipet
4. Objek
glass dan penutupnya (deglas)
5. Lap/serbet
·
Bahan:
1. Air
rendaman jerami
2. Air
kolam
3. Air
sawah
4. Air
comberan
Langkah Kerja:
1. Ambil
air rendaman jerami menggunakan pipet.
2. Teteskan
± 1 tetes air rendaman jerami pada objek glass, kemudian tutup dengan deglas.
3. Amati
di bawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10.
4. Lakukan
hal yang sama pada air kolam, air sawah, dan air comberan.
Hasil:
No.
|
Media
|
Ciri-ciri
|
Menyerupai
|
Nama
|
Gambar
|
1.
|
Air rendaman jerami
|
a) Bentuk seperti lonceng,
bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi silia
sekitar mulutnya.
|
Hewan
|
Vorticella
|
|
b) Bulat agak lonjong.
|
Hewan
|
Paramecium
|
|||
c) Bentuknya selalu
berubah-ubah.
|
Hewan
|
Amoeba
|
|||
2.
|
Air kolam
|
a) Bulat agak lonjong.
|
Hewan
|
Paramecium
|
|
b) Seperti apel,
membentuk angka 8.
|
Tumbuhan
|
Chlorella
|
|||
c) Bulat, seperti udang.
|
Hewan/udang-udangan
|
Daphnia
|
|||
3.
|
Air sawah
|
a) Bentuknya selalu
berubah- ubah
|
Hewan
|
Amoeba
|
|
b) Mirip hewan dan
tumbuhan, bentuk selnya oval, terdapat bintik mata
|
Hewan dan tumbuhan
|
Euglena Viridis
|
|||
c) Sel bulat telur,
dengan kloroplas seperti mangkuk
|
Tumbuhan
|
Chlorococcum
|
|||
4.
|
Air comberan
|
a) Dapat bergerak.
b) Berwarna hijau
kehitaman.
c) Bentuknya agak oval.
|
Hewan
|
Didinium
|
Pembahasan:
Kingdom
Protista adalah kingdom yang anggotaanya sangat beragam mencakup semua makhluk
hidup eukariotik (intinya mempunyai selaput/membran inti) yang sebagian besar
bersel satu (uniseluler) sampai bersel banyak (multiseluler) yang sederhana/belum
ada diferensiasi sel.
Protista dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar :
Protista dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar :
1. Protista
mirip hewan (protozoa)
2. Protista
mirip tumbuhan (alga/ganggang)
3. Protista
mirip jamur (jamur lendir/dan jamur air)
Berdasarkan
cara memperoleh makanan, protista dikelompokkan atas:
·
Protista autototrof, yaitu protista yang
mempunyai klorofil sehingga dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis.
Fotosintesis adalah proses pembentukan senyawa organik dari senyawa anorganik
menggunakan energi cahaya. Contohnya : Alga/ganggang
·
Protista heterotrof, yaitu protista yang
tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga memerlukan makanan organik dari
lingkungannya.
Protista
Mirip Jamur
Protista
mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara
reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur protista mirip jamur/fungi, tetapi
gerakan pada fase vegetatifnya mirip amoeba. Meskipun tidak berklorofil,
struktur membran jamur ini mirip ganggang. Jamur protista dibedakan menjadi dua
macam yaitu :
a.
Myxomycota (Jamur Lendir)
- Habitat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, kayu lapuk. Contoh jamur ini adalah Dictyostelium discoideum.
- Fase hidupnya ada dua fase yaitu fase hewan (fase berbentuk plasmodium) dan fase tumbuhan (fase plasmodium mengering membentuk tubuh-tubuh buah yang bertangkai)
- Struktur tubuh vegetatif berbentuk seperti lendir yang disebut plasmodium, yang merupakan massa sitoplasma berinti banyak dan bergerak seperti amoeba istilahnya ameboid. dan memperoleh makanan secara fagosit ( memasukkan makanan ke dalam sel dan makanan dicerna di dalam sel pada bagian yang disebut vakuola makanan).
- Pada fase vegetatif/plasmodium ini dapat bereproduksi secara vegetatif dengan cara pembelahan biner (satu plsmodium membelah menjadi dua plasmodium)
- Jika telah dewasa plasmodium akan menuju tempat yang kering dan membentuk badan buah (fruiting bodies) selanjutnya badan buah akan membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin.
- Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, dan sel gamet ini melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa menjadi plasmodium kembali.
b.
Oomycota (Jamur air)
- Habitatnya di tempat yang lembab/perairan
- Jamur air mempunyai hifa yang tidak bersekat (senositik)
- Dinding sel dari selulosa
- Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora yang memiliki dua flagel untuk berenang.
- Reproduksi generatif dengan cara fertilisasi yang akan membentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora.
- Contohnya :
- Saprolegnia (parasit pada telur ikan)
- Phytophthora (parasit pada tanaman kentang)
- Phytium (penyebab busuknya kecambah dan busuk akar)
Protozoa
( Protista Mirip Hewan)
Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang ada di dalam sel yang secara fungsi mirip dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).
Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang ada di dalam sel yang secara fungsi mirip dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).
- Protozoa merupakan hewan bersel tunggal ( uniseluler )
- Bersifat eukariotik/berinti sejati (inti dilindungi oleh membran inti ) sehingga substansi genetik/ kromosom terpisah dengan sitoplasma karena ada pembatas membran inti (caryotheca)
- Selnya tidak memiliki dinding sel. namun jika lingkungan kurang baik dapat membentuk lapisan pelindung yang tebal disebut Kista/cysta setelah lingkungan baik kista pecah.
- Ukurannya antara 3 – 1000 mikron merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof artinya makanan tergantung organisme lain (fagosit, saprofit atau parasit)
- Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut
- Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya.
- Protozoa memiliki alat gerak bermacam-macam antara lain ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel).
- Pada umumnya protozoa berkembangbiak dengan membelah diri / pembelahan biner.
Klasifikasi
Protozoa
Klasifikasi
Protozoa berdasarkan alat geraknya. Protozoa dibedakan menjadi 4 kelas dan agar
mudah menghafal disngkat RSCM ( Rhizopoda, Sporozoa,Ciliata, Mastigophora).
a. Rhizopoda
a. Rhizopoda
- Kebanyakan hidupnya di air tawar dan air laut
- Struktur tubuhnya terdiri atas protoplasma yang dibatasi oleh membran.
- Hewan ini memiliki ciri khusus yaitu alat geraknya yang berupa kaki semu (pseudopodium). Kaki semu merupakan penjuluran dari sebagian protoplasma. Geraknya disebut gerak amoeboid.
- Berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri/pembelahan biner/amitosis.
- Makanannya diambil dengan cara fagosit dan dicerna pada vakuola makanan.
- Alat ekskresinya vakuola kontraktil / rongga berdenyut. Vakuola kontraktil juga berfungsi memelihara keseimbangan osmosis sel sehingga mencegah pengembangan di luar batas yang dapat menagkibatkan rhizopoda pecah.
- Pernafasannya dilakukan dengan difusi memakai seluruh permukaan tubuhnya.
- Contoh rhizopoda :
- Entamoeba histolytica/disentriae parasit di dalam usus halus manusia penyebab disentri
- Entamoeba coli parasit di dalam usus besar manusia penyebab diare
- Entamoeba gingivalis parasit di dalam rongga gigi dan dapat merusak gigi dan gusi
- Arcella sp memiliki kerangka luar dari zat kitin, terdapat di air tawar
- Difflugia sp Mempunyai selaput halus, sehingga pasir dapat menempel
- Foraminifera sp Kerangka luar dari kapur indikator adanya minyak bumi
o
Radiolaria sp Kerangka luar dari zat
kersik untuk bahan penggosok (ampelas)
b.Sporozoa
Adalah hewan yang dapat membentuk spora untuk menginfeksi inangnya. Tubuh berbentuk bulat atau bulat panjang. Semua anggota filum Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit.
Reproduksi dengan dua cara yaitu :
b.Sporozoa
Adalah hewan yang dapat membentuk spora untuk menginfeksi inangnya. Tubuh berbentuk bulat atau bulat panjang. Semua anggota filum Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit.
Reproduksi dengan dua cara yaitu :
- Secara aseksual/vegetatif yang dibagi lagi menjadi :
- Skizogoni yaitu pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang tetap
- Sporogoni yaitu membentuk spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara (hospes intermediet) caranya melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk
- Secara seksual/generatif disebut gamogoni/gametogenesis yang berupa pembentukan dan peleburan sel-sel gamet (mikrogamet/gamet jantan dan makrogamet/gamet betina) yang terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.
Contoh-contoh
Sporozoa antara lain :
- Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam dengan masa sporulasi dalam selang waktu 48 jam.
- Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria quartana dengan gejala demam dengan masa sporulasi dalam selang waktu 72 jam.
- Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.
- Plasmadium ovale, penyebab penyakit limpa/malaria ovale tertiana, dengan gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana.
c.
Cilliata
- Cilliata merupakan protista bersel satu yang permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar (silia) yang berfungsi sebagai alat gerak dan menangkap mangsa.
- Bentuk tubuhnya oval dan bentuknya tetap/tidak berubah-ubah
- Hidup di tempat-tempat yang berair misal : sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan organik.
- Sifat hidup cilliata ada yang hidup bebas dan adapula yang parasit.
- Beberapa contoh kelas cilliata: Paramaecium, Nyctoterus, Stylonichia sp, Balantidium coly, Stentor, Vorticella, Didinium
Paramecium caudatum
- Nama lain hewan sandal karena bentuknya mirip sandal
- Habitat di tempat berair, sawah, rawa
- Mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus untuk reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis yang lain
- Mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan vakuola kontraktil/berdenyut berfungsi untuk menjaga keseimbangan air di dalam tubuh da mengeluarkan sisa makanan cair.
- Berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dengan cara pembelahan biner dan generatif dengan cara konjugasi.
- Proses kojugasi terjadi antara dua paramecium yang saling berlekatan dan membentuk saluran untuk saling tukar menukar mikronukleus.
Sedangkan
contoh hewan Cilliata yang lainnya adalah :
- Stentor : hewan berbentuk seperti terompet
- Didinium : merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa.
- Vorticella : bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel.
- Stylonichia : mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus.
- Nyctoterus ovalis : parasit di usus kecoa, berbentuk oval mirip Paramecium sp
- Balantidium coli : parasit pada usus/kolon manusia. penyakitnya disebut balantidiosis.
d.
Mastigophora/Flagellata
Semua
organisme yang tergolong flagellata memiliki flagellum yang
berperan sebagai alat gerak. Selain sebagai alat gerak flagellum juga
dianfaatkan membawa masuk makanan ke dalam mulut dan sebagai indra untuk
mengetahui keadaan lingkungan.
Berdasarkan
ada tidaknya klorofil kelas flagellata dibedakan menjadi dua macam
yaitufitoflagellata dan zooflagellata.
Fitoflagellata
- Flagellata yang mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai kromatofora
- Habitat di perairan bersih dan perairan kotor
- Cara mencerna makanan ada beberapa cara :
- holozoik : memangsa organisme lain lalu mencernanya di dalam tubuhnya
- holofitik : membuat makanan sendiri dari zat anorganik
- saprofitik : mencerna organisme yang telah mati.
- Cara reproduksi aseksual dengan pembelahan biner dan reproduksi seksualnya dengan konjugasi.
- Contoh : Euglena , Volvox , Noctiluca :
- Euglena viridis (mempunyai klorofil),
- Euglena sanguinea (memiliki pigmen fikoeritrin/merah)
- Volvox globator (hidup berkoloni)
- Noctiluca miliaris (mengeluarkan cahaya di malam hari).
Zooflagellata/dinoflagellata
- Tidak mempunyai klorofil, sehingga bersifat heterotrof
- Umumnya hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia
- Contohnya: Tripanosoma , Leishmania
- Nama spesies dan penyakit yang ditimbulkan :
- Tripanosoma lewisi parasit pada darah tikus
- Tripanosoma cruci penyebab penyakit cagas (anemia anak)
- Tripanosoma evansi sakit sura (malas) pada ternak, vector lalat tabanidae
- Tripanosoma brucei penyakit nagano pada ternak
- Tripanosoma gabiense sakit tidur, vektor lalat tsetse
- Tripanosoma rhodosiense sakit tidur, vektor lalat tsetse
- Tripanosoma vaginalis keputihan pada vagina
- Leishmania donovani penyebab sakit kalaazar (demam dan anemia)
Protista
Mirip Tumbuhan (Ganggang/Alga)
Ciri-ciri Alga
Ciri-ciri Alga
Alga
memiliki ciri-ciri, antara lain:
a. Belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
b. Mempunyai klorofil, terdapat pirenoid yang berfungsi membentuk amilum.
c. Bersel satu atau bersel banyak.
d. Habitat di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat yang lembap.
e. Reproduksi:
a. Belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
b. Mempunyai klorofil, terdapat pirenoid yang berfungsi membentuk amilum.
c. Bersel satu atau bersel banyak.
d. Habitat di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat yang lembap.
e. Reproduksi:
1) Aseksual dengan fragmentasi, pembelahan
sel, pembentukan zoospora dan
pembentukan zigospora.
2) Seksual
dengan konjugasi, pembentukan gamet jantan dan betina.
Klasifikasi
Alga
Berdasarkan
macam klorofil dan pigmen lain yang dominan, alga dibagi menjadi empat
divisio,
yaitu:
1) Ciri-ciri Chlorophyta (ganggang hijau)
Ada yang
bersel satu, bersel banyak, berkoloni, berbentuk benang, dan lembaran.
Selnya eukaryot. Punya klorofil a dan b, dan pigmen tambahan karoten. Cara
hidup bebas, sebagai epifit atau fitoplankton. Reproduksi aseksual dengan
pembelahan sel (bersel tunggal), fragmentasi (koloni dan filamen),
pembentukan zoospora (sel berflagel dua), aplanospora (spora yang tidak
bergerak), dan autospora (aplanospora yang mirip dengan sel induk).
Reproduksi seksual dengan isogami (peleburan dua gamet yang bentuk dan
ukurannya sama), anisogami (peleburan dua gamet, yaitu yang ukurannya
tidak sama) dan oogami (peleburan dua gamet, yaitu sperma dan sel telur).
2) Klasifikasi
Chlorophyta
Berdasarkan bentuk dan dapat tidaknya bergerak, Chlorophytandigolongkan menjadi beberapa genus, yaitu:
Berdasarkan bentuk dan dapat tidaknya bergerak, Chlorophytandigolongkan menjadi beberapa genus, yaitu:
a) Alga hijau
bersel satu tidak bergerak
Contoh: Chlorococcum (bulat, punya
pirenoid), Chlorella (bulat,
kloroplas berbentuk mangkuk, punya pirenoid sebagai sumber protein sel tunggal).
kloroplas berbentuk mangkuk, punya pirenoid sebagai sumber protein sel tunggal).
b) Alga
hijau bersel satu dapat bergerak
Contoh: Chlamydomonas (bulat telur,
berflagel dua di ujung depan, kloroplas berbentuk antara mangkuk dan pita, terdapat stigma
(bintik mata).
c) Alga
hijau berkoloni tidak bergerak
Contoh: Hydrodictyon (koloni berbentuk jala inti, dan pirenoid banyak).
Contoh: Hydrodictyon (koloni berbentuk jala inti, dan pirenoid banyak).
d) Alga
hijau berbentuk koloni bergerak
Contoh: Volvox (koloni bulat, berisi beribu-ribu sel).
Contoh: Volvox (koloni bulat, berisi beribu-ribu sel).
e) Alga
hijau berbentuk benang (filamen)
Contoh:
Contoh:
a.
Spirogyra (benang tidak bercabang, inti tunggal,
kloroplas berbentuk pita tersusun spiral, pirenoid banyak).
b.
Oedogonium (filamen tidak bercabang, kloroplas
berbentuk jala, pirenoid banyak, inti satu besar).
f) Alga
hijau berbentuk thalus
Contoh: Ulva lactua (selada laut), bentuk lembaran seperti daun.
b. Phaeophyta (ganggang cokelat)
Contoh: Ulva lactua (selada laut), bentuk lembaran seperti daun.
b. Phaeophyta (ganggang cokelat)
Tubuh
menyerupai tumbuhan tinggi. Mempunyai klorofil a dan c, pigmen tambahan
xantofil dan fikosantin. Habitat sebagian besar di laut. Reproduksi
aseksual dengan fragmentasi, zoospora. Reproduksi seksual dengan oogami,
sel telur dihasilkan oleh oogonia, dan sperma dihasilkan oleh anteridia.
Contoh: Laminaria sp (penghasil asam alginat yang dibutuhkan untuk
produksi tekstil, makanan, dan kosmetik), Sargassum sp, Fucus, Turbinaria
decurens, Macrocystis.
c. Chrysophyta (ganggang keemasan)
1) Ciri-ciri
c. Chrysophyta (ganggang keemasan)
1) Ciri-ciri
Habitat di air tawar. Bersel
tunggal, membentuk koloni atau benang. Dinding sel mengandung silika. Cara
hidup sebagai fitoplankton. Mempunyai klorofil a dan c, pigmen tambahan
berupa karoten.
2)
Klasifikasi Chrysophyta
Dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:
a) Xanthophyceae (ganggang hijau kuning). Mempunyai klorofil, xantofil. Contoh: Vaucheria sp.
b) Chrysophyceae (ganggang coklat-keemasan). Mempunyai klorofil dan karoten.
Contoh: Ochromonas, Synura.
Dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:
a) Xanthophyceae (ganggang hijau kuning). Mempunyai klorofil, xantofil. Contoh: Vaucheria sp.
b) Chrysophyceae (ganggang coklat-keemasan). Mempunyai klorofil dan karoten.
Contoh: Ochromonas, Synura.
c) Bacillariophyceae (diatom).
Banyak dijumpai di atas permukaan tanah basah (sawah, got, parit). Tubuh
uniseluler, ada yang berkoloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan,
yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Contoh: Navicula, Pinnularia.
d.
Rhodophyta (ganggang merah)
Habitat di
laut. Tubuhnya bersel banyak. Mempunyai klorofil a dan d, pigmen tumbuhan
fikosianin, fikoerithrin. Contoh: Eucheuma spinosum (bisa dibuat
agar-agar), Gelidium sp, dan Gracillaria sp.
Manfaat ganggang bagi kehidupan manusia adalah:
1. Ganggang merupakan plankton, sebagai makanan ikan.
Manfaat ganggang bagi kehidupan manusia adalah:
1. Ganggang merupakan plankton, sebagai makanan ikan.
2. Agar-agar
sebagai bahan makanan, kosmetik, dan farmasi dari anggota Rhodophyta, yaitu
Eucheuma, Gracillaria, Gelidium.
3. Asam
alginat sebagai bahan es krim, cat, kosmetik, dan tekstil. Bahan ini
diekstraksi dari anggota Phaeophyta, yaitu Laminaria.
4. Bahan
makanan sebagai protein sel tunggal (PST) dari anggota Chlorophyta, yaitu
Chlorella.
Kesimpulan:
Jadi, dari penelitian yang sudah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa habitat air yang cocok untuk protista ialah
air yang kotor seperti air kolam, sawah, comberan, rendaman jerami, dan
lain-lain. Karena apabila di air yang kotor, jumlah protistanya lebih banyak
daripada di air yang jernih atau bersih karena pengaruh faktor kesesuaian
lingkungan.
Daftar Pustaka:
http://www.fabrian.web.id
http://zomplax87.blogspot.com
http://info-gudangilmu.blogspot.com
http://www.scribd.com
http://www.sentra-edukasi.com
http://mediabelajaronline.blogspot.com
Praktikan,